Tuesday, 24 January 2017

NGGAK USAH PAKAI HIJAB ○_○

Sadis nggak nih judul postingan? Menurutku sih sadis. Gila aja kalau ada yang nyuruh saya buka hijab... (○_○)


Pertama-tama sebelum kalian jauh membaca ini, dimohon untuk tidak menyangka saya sebagai ustadzah atau sok-sok'an mendadak ustadzah atau sok pinter. Saya bukan orang alim, saya masih jauuuuuuuuuuuh dari kesempurnaan. Pokoknya "kalian semua suci aku penuh dosa".

*ada gitu manusia yang suci?* But, meskipun saya nggak suci, saya penuh dosa, masih kurang ilmu agama, tapi saya ingin sedikit sharing  apa yang saya tahu sedikit sekaligus menyampaikan unek-unek saya sebagai wanita muslimah yang berhijab. Sekali lagi, sharing yaaa sharing. Disini saya nggak mau menghakimi siapa-siapa atau merasa paling benar.

Ok lanjuuuut...

Saya tuh akhir-akhir ini sering liat komentar-komentar di sosmed :
"iiihhh, jahat banget mulutnya, nggak malu sama hijab?"

"Kasar banget siiiih, buka aja hijabnya!!!"

"Kepalanya hijaban tapi kelakuan nggak beres, BUKA AJA HIJABNYA!!!" Dan komentar-komentar sejenis yang ujung-ujungnya "BUKA AJA HIJABNYA!!!"

Bahkan di dunia nyatapun, saya sering looohhh dapat komentar semisalnya. Saya ini kalau di dunia nyata orangnya suka heboh, rame, terus cerewet dan lain lain. Pokoknya bukan tipe yang anggun, ayu dan pendiam. Saya diam kalau sama orang yang nggak kenal aja. Kalau udah kenal dan akrab, beeeuuuhhh... PECAAAAH. Soalnya saya kadang gokil dan aneh dan apaaaa yaaa? Pokoknya gitu deh.

Untuk orang-orang yang bergaul dengan saya sejak zaman baheula jahiliya tentunya nggak kaget. Because they really know me. Cuman masalahnya adalah orang yang baru kenal sama saya dalam kondisi saya sudah berhijab seperempat syar'i (masih seperempat, eike belum syar'i paripurna). Mereka tuh kayak 'kaget'. Kok ada yaa orang berhijab yang modelnya kayak gini? =D Agak-agak mirip pasien rumah sakit jiwa kehabisan obat. Akhirnya beberapa di antara mereka berkomentar (sambil bercanda siihhh) "uuuhhh, buka hijabmu saja... hahahahaha." Lhaaa, gokil nih orang. Padahal saya nggak ngapa-ngapain loh. Disuruh buka jilbab.

Gini loooh, saya ini manusia biasa yang sama seperti orang lain. Dimana setiap orang memiliki sifat, karakter dan pembawaan beda-beda. Hanya karena saya seorang muslimah yang Alhamdulillah menyadari bahwa hijab itu wajib dan melaksanakan itu, apa lantas saya harus mengubah karakter saya yang emang lucu dan imut dan unyuk-unyuk sejak lahir ini? I don't think so yaaah. Yang penting saya nggak kelewat batas, nggak genit-genit sama laki-laki, nggak ngebunuh orang dan berusaha sebaik mungkin menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Catat yaaa man temaaaan. BERUSAHA!!! Dalam proses berusaha itu saya (dan juga muslimah lain) bisa saja berhasil, bisa saja gagal atau kadang-kadang jatuh dan tertatih-tatih kemudian bangkit lagi. Kenapa? Karena saya (dan muslimah yang lain) manusia biasa.

Cuman masalahnya kebanyakan orang menganggap bahwa kalau orang berhijab itu "HARUS SEMPURNA". Baiknya harus setara sama malaikat. Dan kebanyakan orang-orang,  yang mungkin akibat mereka kebanyakan nonton film atau drama 'yang katanya religi' menerapkan atau semacam ter-setting pikirannya. Mereka tuh mikirnya perempuan yang berhijab itu semuanya harus kayak Aisyah yang di film 'ayet ayet cincah' atau Anna di film 'Ketika Mbak Cincah Jualan Tasbeh' yang kalem, pendiam, anggun, yang kalau ngomong syaaaahduuuu.

No, No, No!!! Saya bukan muslimah tipe-tipe 'film yang katanya religi'. Dan mungkin beberapa muslimah lainnya mungkin juga ada yang seperti saya. Kita ini manusia. Lahir dengan berbagai macam karakter. Orang yang nggak hijaban-pun banyak kok yang karakternya kayak film yang katanya religi. Karena emang udah bawaan dari lahir. Pun yang hijaban, bahkan saya punya teman yang pakai cadar dan orangnya heboh banget. Tapi tetap dalam batas. Kita heboh cuman sama sesama teman wanita, kalau sama laki-laki masa iya kita mau pecicilan. Kecuali seperti saya yang masih bergaul dengan laki-laki. Karena sekantoran jadi tentu ada moment kita papasan atau ketemu. Terus kadang bercanda, itu juga ada teman-teman yang lain. Dan nggak sampai yang pegang-pegangan. Cuman ngobrol doang sama-sama teman semua. Dan tanpa suara yang syahdu ala-ala kalem menye-menye yang justru malah bisa bikin orang terkesima, menimbulkan hasrat yang tersembunyi *ahzeggg*.

Itu masih masalah karakter. Parahnya lagi adalah ketika yang berhijab harus suci tidak berdosa. Padahal manusia itu nggak ada kaleeee yang suci. Kita semua pasti punya dosa. Yang perlu kita lakukan adalah saling menasehati jika salah satu dari kita melakukan kesalahan. Bukan, NYINYIR. Contoh "Iiihhhh... padahal berhijab tapi kok hamil duluan?" Hmmm, daripada komentar seperti itu dibelakangnya, kan mendingan dinasehati. Misalnya kalau dia teman kita, kita bicara secara empat mata terus dinasehati baik-baik. "Temanku, semuanya sudah terjadi. Sekarang tinggal bertaubat kepada ALLAH. Semoga kedepannya bisa lebih istiqomah, bla bla blaaa." Atau kalau itu terjadi bukan pada orang yang kita kenal, cukuplah itu jadi pelajaran bagi kita dan kemudian doakan kebaikan untuknya dan untuk kita. Manusia nggak pernah bisa tahu masa depan. Emang kita bisa jamin hal yang terjadi pada orang lain tidak akan terjadi pada kita? TIDAK man temaaan..

HIJAB, MENUTUP AURAT ITU HUKUMNYA WAJIB BAGI WANITA BALIGH YANG MENGAKU MENYEMBAH ALLAH, BERAGAMA ISLAM. Sekali lagi WAJIB. Berarti HARUS. Mau tidak mau harus pakai hijab, harus tutup aurat. Kita, wanita muslimah nggak bisa pilih. Aaahhh, nggak mau pakai jilbab. Nanti-nanti aja. NO NO NO NOOOOO. Menutup aurat adalah perintah ALLAH -subhanahu wata'ala- yang harus dilaksanakan, sama seperti sholat yang wajib dikerjakan sehari 5 kali. (Untuk baca artikel yang terpercaya silahkan klik disini dan disini, Insya ALLAH sesuai Qur'an dan sunnah)

Hijab nggak ada hubungannya sama itu orang mau hatinya busuk atau nggak. Namanya wajib ya wajib. Kamu mau gimana juga sholat tetap wajib kan? Mau kamu jungkir balik gimana juga makan hewan bertaring tetap haram kan? Sama juga dengan hijab. So, stop mengait-ngaitkan hal yang tidak ada kaitannya. Karena berhijab tidak menetapkan syarat harus begini begitu. Cukuplah kamu seorang wanita yang mengaku islam maka itu wajib bagimu.

Dengan mengenakan hijab bukan berarti kita memasang sayap malaikat di punggung sehingga kita akan menjadi sesuci malaikat tanpa dosa. Hijab itu adalah salah satu langkah yang kita tempuh untuk lebih dekat kepada-Nya. Terlepas dari niatnya ikhlas apa nggak, itu bukan urusan kita. Itu urusan dia dan sang Pencipta.

Wallahu'alam.
♡♡♡__♡♡♡

No comments:

Post a Comment