Sunday, 1 January 2017

BELAJAR BERSYUKUR DARI SI GOKIL YANG STRESS


Uang tidak bisa membeli semuanya, tapi uang bisa membeli banyak hal. Lantas apakah kita kemudian bahagia? Mmmm... Bisa jadi. Nggak munafiklah. Kamu bisa beli kesenangan dunia dengan uang. Senang dong. Yaaa senang lah! Bahagia? Belum tentu.


Pernah nggak lihat orang, yang mungkin uangnya banyak tapi ngebatin? Kurus kerempeng karena kurang piknik. Yaa, saya kurus kerempeng juga siiih, tapi itu emang bawaan dari lahir, bukan karena ngebatin.

Uang banyak, shopping everyday tapi malam nggak bisa tidur. Adaaa aja yang dia pikir. Dia bisa makan yang cukup, bahkan makan mewah mungkin. Bisa belanja ini itu. Tidak ada yang kurang lah istilahnya. Harusnya senang dong? Tapi tetap aja merasa nggak cukup. Entah kenapa selalu aja merasa kurang. Adaaa aja yang dia pengenin. Kayak semua yang dia punya nggak bisa muasin dia.

Ketika dia sudah punya "A", dia senang, kemudian orang-orang dapat "B" eeehhh, dia-nya pengen juga. Dia merasa bahwa dia semesti dapat "B" juga kayak yang lain. Dia seperti lupa sudah punya "A" dan  yang lain nggak punya "B". Bahkan mungkin "B" tidak lebih baik dari "A". Tapi teuteeep aja nggak sadar. NGGAK ADA SYUKURNYA!!! LUPA SAMA NIKMAT yg sudah dikasih sama ALLAH.

Saya punya kenalan kayak gini. Santai aja sih saya sama orang kayak gini. Cuman masalahnya kalau dia lagi stress mikirin "gimana cara menguasai dunia". Beeeuuuhhh!!! Gila meeeen. Eike dijajah sama dia. :(

Pernah nih ada satu kejadian. Jadi ceritanya ada dua jenis tunjangan gaji. Karyawan tipe A dikasih tunjangan yang dibayar perbulan sebesar gaji pokok. Jadi kalau gaji satu bulan misalnya 100, maka tunjangannya 100 juga. Karyawan tipe B dikasih tunjangan per tiga bulan. Sesuai pangkat jabatan. Jadi kalau gaji 100 per bulan belum tentu tunjangan 100 juga per bulan, bisa kurang bisa lebih, bayarnya sekali sebulan dan ada laporan yang harus dibuat. Kebetulan nih kenalan saya (sebut saja GOKIL) masuk karyawan tipe B.

Diantara semua karyawan tipe B diruangan, dia yang dapat tunjangan paling tinggi. Tidak ada selisih dengan tunjangan A. Jadi dia tidak dapat lagi pembayaran selisih tunjangan A. Sedangkan yang lain dapat selisih yang dibayar perbulan karena tunjangan B yang mereka dapat lebih rendah dari tunjangan A. Gara-gara itu dia jadi bete. Keluarin kata-kata nyinyir nyindir-nyindir halus.

"Ihhh... saya tidak dapat tunjangan A. Hanya harap tunjangan B, itupun harus bikin laporan, terus terima per tiga bulan. Padahal kita kerjanya berat, sedangkan karyawan A banyak yang cuma datang absensi terus pulang." And so on, so on.

Jujur saya tersinggung. Kenapa? Karena bapak saya termasuk karyawan tipe A, tapi beda jurusan. (FYI, Saya kerja sebagai karyawan kontrak di kantor tempat bapak kerja) Jadi kesannya cuma dia yang kerja sementara karyawan lain nggak. Padahal dia tuh sering pulang juga untuk alasan masak lah, ada urusan lah, ini lah, itu lah. Kerjaan dia juga sering saya yang kerjain.

Belum lagi kalau dia uring-uring masalah rumah tangga. Pembantunya nggak ada laaah, kecurigaan dia sama suami laaah, de el el de ka ka. Beeuuuhhh. Makin menggila dia. Dan entah kenapa dia sensi banget sama eikeee. Kadang dia nggak ngomong. Nggak jawab salam. Dan malah pernah ngomong dibelakang saya kalau saya pilih-pilih pekerjaan. Padahal kerjaan saya sudah numpuk-numpuk.

Saya ini kan nggak bisa baca pikiran orang. Masa iya saya tahu kamu mau nyuruh saya kalau kamu nggak ngomong. Lucu kan? Dia nggak pernah ngomong nyuruh ini, tapi marah karena saya nggak ngerjain ini. Kemudian bilang saya pilih-pilih pekerjaan behind my back. Yes, she spread stupid rumour. Saya sampai nangis. Baca juga curhatan saya disini.

Si Gokil ini memang terkenal stress dan suka sensi baper cepat tersinggung nggak jelas dan sampai suka IMSOMNIA. Mungkin sensinya karena imsomnia kali yaa? Pernah satu kali, boss saya bilang "Si Gokil nihhh selalu ngomong nggak ada uang. Tapi coba bawa ke mall. Pasti di belanja baju juga."

Dari situ lah saya menganalisa masalahnya. Si Gokil ini banyak keinginan yang menyebabkan berapa pun uang yang dia miliki tidak pernah cukup, TIDAK BERSYUKUR, dia tipe orang kaku nggak tahu bercanda sehingga cenderung mudah stress. Selain karena sifat-sifatnya itu, dia punya masalah rumah tangga. Jadi, dia suka curiga kalau suaminya "nakal" diluar. Sampai-sampai beberapa waktu lalu dia bikin akun facebook untuk memantau suaminya.

Si boss ajak saya cerita-cerita. Terus nyerempet ke masalah Si Gokil yang buat akun facebook untuk mantau suaminya. Terus saya bilang gini ke boss, "Bu, meskipun bu Gokil bikin akun facebook, tapi kan bu Gokil nggak tahu isi inbox suaminya. Di status atau dinding mungkin sepi, mana tau di inbox?"
Boss saya langsung kasih ekspresi serius. "Oooo... gitu yaa?" (FYI, ini ibu-ibu kan gaptek)
"Iya bu, kecuali bu Gokil tahu password-nya baru dia bisa buka-buka inbox FB-nya."
Si Boss kasi ekspresi serius dan memperhatikan.
"Waahhh... iya juga. Bu Gokil harus dikasih tahu nih. Kalau suami saya tuh nggak mainan FB, cuma WA. Itu pun saya lihat WA-nya. Cuma teman kantor aja. Lagian udah tua juga, nggak ada gunanya mainan gituan. Banyak sekarang perselingkuhan gara-gara mainan internet (sosmed kali maksudnya)" Dari komentar Si Boss kayaknya si Gokil nih nggak tahu password suaminya dan nggak tahu segala aktifitas dunia maya suaminya. Termasuk chatting di aplikasi semacam WA, Line, dll. "Saya malas juga mainan FB. Buang-buang waktu aja. Anak saya juga larang mainan FB. Ngapain sih mama mainan FB, nggak usah. Gitu katanya." Lanjut Si Boss.
"Iya Bu, memang bener tuh bu."
"Lagian yaa, kalau suami tuh macam-macam, pasti ada tanda dan gejala." Lanjut si boss dengan senyum penuh makna. Saya cuma cengengesan aja.

Setelah itu saya nggak tahu lagi, si boss bener-bener kasih tahu si Gokil untuk cek inbox dan chattingan suaminya apa nggak. Tapi kayaknya iya. Soalnya dia jadi  makin stress dan nampak matanya dalam. Imsomnia lagi kayaknya.

Awalnya saya suka bete dan kesal sama si gokil ini. Soalnya kalau dia lagi stress gara-gara mikirin "gimana caranya menguasai dunia" atau suaminya, dia pasti uring-uringan. Saya lagi yang kena imbasnya. Di diemin, di tatap sinis, syukur-syukur nggak di gossipin malas padahal kerjaan udah saya handle dengan baik. Cuman sekarang sih santai aja. Dia marah dan diam nggak jelas nggak rugiin juga saya. Malah dia makin kurus kerempeng, makan nggak enak, tidur nggak nyenyak.

Kayak beberapa waktu lalu dia mulai lagi mau cari-cari bahan kesalahan saya. "Kamu sudah bikin jadwal ujian tengah?" Saya jawab sambil cengar-cengir. "Ini sudah bukan ujian tengah lagi, sudah final. Sudah saya bikin dari kapan-kapan hari." Mampoooosss!!! Hiburan banget bikin dia keki.

Dari gokil saya belajar, berapapun yang kita miliki kalau kita nggak bersyukur, semuanya nggak akan berasa nikmat. Cuman bikin kita kayak lagi minum air laut. Bukannya dahaga berkurang, malah makin haus, makin haus, maaaakiiiin haus. Sesuatu yang sedikit tapi disyukuri dan digunakan sebaik-baiknya akan jauh lebih nikmat dan membawa ketenangan dihati.

Saya juga belajar untuk tidak memaksakan diri untuk bergaya hidup yang tidak sanggup saya jalani. Kalau bisanya gaya hidup kelas menengah ke bawah, yaaa nggak usah maksain diri untuk ala-ala selebritis. Bisa-bisa gila kita. Ngelihat si A punya itu, kita juga mau. Si B punya ini, kita juga harus punya. Yang ada malah ngutang numpuk. Stress kan jadi kalau utang dimana-mana.  Belum lagi galau kepengenan ini itu tapi duit nggak ada. Mampooosss!!!

Terakhir saya mau berterima kasih kepada Gokil yang telah memberi pelajaran untuk saya mensyukuri hal-hal yang sering dianggap sepele dan kita lupakan bahwa itu adalah anugrah yang besar. Bisa makan dengan lahap sementara orang lain nggak nafsu makan meskipun steak daging mahal tersaji di depan mata. Bisa tidur dengan nyenyak sampai iler kemana-mana sementara ternyata ada orang yang pengen banget tidur tapi nggak bisa. Ya ALLAH, hamba bahagia menjadi Miss Pelor alias NEMPEL MOLOR. ♡♡♡

Semoga cepat sembuh Gokil, semoga anda bisa kembali menikmati hidup dan stress mu diangkat. ^_^

18 comments:

  1. Semoga hidup kita lurus2 saja :* aamiin

    ReplyDelete
  2. Sedikit apapun yang kita dapet mestinya disyukuri y mba :)

    ReplyDelete
  3. hahaha...orang si gokil ga bersyukur dan biasanya dimana2 ada tipe orang spt ini..tapi ya ga usah dilayan daripada bikin kita kurus hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hu umb... sy santai aja... asal pas lg stress jgn ganggu eikee.. hahaha

      Delete
  4. Semoga sukses terus bang, Saran sih Templatenya dibagusin lagi soalnya terlalu ke kiri menurut gue. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ok deh Bang... ntar di kanan2in dikit :V =D

      Delete
  5. Bener..bersyukur pada hal-hal yang kita anggap sepele ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepele tp nikmatnya luar biaaasaaaa =)

      Delete
  6. bersyukur menag bagus ya, kalau mau lebih ya berusaha dan berdoa, dapatnya segitu ya kembali bersyukur lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul... bikin hidup adem ayem... =)

      Delete
  7. Amin..
    Ngikik sekaligus miris baca ceritanya
    Memang kalau terlalu ambisius dan ga bersyukur..hidup jadi terasa gersang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukur itu bagaikan air hujan di musim kemarau... =)

      Delete
  8. Kasian si Gokil sampe insomnia segala.
    semoga dia segara sadar ya, mb...jadi lingkungan kerjanya nyaman dan nggak ada aura negatifnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... miris siihh ngeliatnya.. doakan aja yg terbaik utk si gokil...

      Delete
  9. Merhatiin kelakuan si Gokil malah bikin capek, ya. Dia ga capek apa hidupnya punya mindset kayak gitu? Btw aku juga kurus meski ga kurus-kurus amat sih hehehe. Kadang bokek kadang cukup kadang harus sabar ngerem keinginan kalau lagi banyak maunya. Alhamdulillah, masih bisa happy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak2 syukur aja laahh... biar happy, jangan trlalu ingin beginj ingin begitu, karena kita bukan nobita yg punya doraemon =D
      Sy kurus tp happy, kurus bawaan dr lahir, bukan krn mbatin =D

      Delete